Selasa, 15 Desember 2020

Puisi Derita oleh Nurul Fadillah Magfirah mahasiswa universitas Islam Negeri Alauddin Makassar


 DERITA

Diwaktu hari yang basah 

Langit yang berwarna nan elok tak lagi kulihat....

terselimut awan kelam lalu terjatuh....

Tak ada riuh lalu lalang yang ada hanya riuh luka......

Tadinya kulihat keceriaan

Namun seketika bibir ini tergigit berusaha membendung bulir demi bulir air mata....mula ku hanya menatap namun, tak dapat lagi kumenahan dengan suara dentuman yang sengaja kau jatuhkan. 

Pacahlah jeritan dua insan yang sepatutnya kau lindungi dan kau jaga namun kini bertolak dari angan dan harapan.... 

Seketika insan itu terjatuh lalu kaku. 

Sedang insan lainya berteriak menjerit mencari petolongan... 

Awan kelam hanyalah memandang merasa ia telah menang.... 

Salah....kesalahan besar...

Bersamaan dengan jatuhnya kedua insan itu jatuhlah engkau wahai awan kelam  bahkan lebih dalam dan lebih dalam lagi... 

Suatu saat kau kan mengerti ternyata engkalau awan kelam itu.... 

Membawa derita dan jeritan bagi keluarga. disetiap hela nafasmu.